Di era pertanian modern, inovasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Salah satu bentuk nyata penerapan inovasi tersebut adalah melalui kegiatan kelompok kewirausahaan siswa di bidang hidroponik, khususnya budidaya selada keriting dan sawi daging.
Minat siswa terhadap pertanian seringkali dianggap rendah karena identik dengan pekerjaan yang kotor dan konvensional. Namun, dengan hadirnya teknologi hidroponik, pertanian menjadi lebih modern, bersih, dan efisien. Hal ini menjadi peluang besar untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan siswa sekaligus meningkatkan keterampilan praktis mereka.
Selada keriting dan sawi daging dipilih karena memiliki nilai ekonomis tinggi, masa panen relatif singkat (25–35 hari), serta permintaan pasar yang stabil, terutama di pasar modern, restoran, dan hotel.
Kelompok kewirausahaan ini bertujuan untuk: Menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini pada siswa, Melatih keterampilan budidaya tanaman secara modern, Menghasilkan produk sayuran sehat, segar, dan bebas pestisida, Memberikan pengalaman langsung dalam manajemen usaha. Kegiatan hidroponik dilakukan dengan sistem NFT (Nutrient Film Technique). Tahapan budidaya meliputi: Penyemaian Benih, Benih selada keriting dan sawi daging disemai menggunakan rockwool. Dalam waktu 3–5 hari, benih mulai berkecambah. Selanjutnya Pemindahan Bibit, Setelah berumur 7–10 hari dan memiliki 2–3 daun sejati, bibit dipindahkan ke instalasi hidroponik, kemudian Pemberian Nutrisi, Nutrisi AB mix diberikan secara terukur dengan memperhatikan nilai EC dan pH agar pertumbuhan optimal.kegiatan berikutnya adalah Perawatan Tanaman, Meliputi pengecekan air, nutrisi, kebersihan instalasi, dan pengendalian hama secara ramah lingkungan. Selanjutnya yang terakhir Panen dan Pascapanen, Tanaman dipanen pada umur 25–35 hari, kemudian dibersihkan, dikemas, dan siap dipasarkan.
Hasil dan Dampak, Program ini memberikan berbagai manfaat, antara lain: Siswa memiliki keterampilan praktis di bidang pertanian modern, Meningkatkan rasa tanggung jawab dan kerja sama tim, Menghasilkan produk yang dapat dijual sehingga menambah pemasukan kelompok, Menjadi media pembelajaran kontekstual yang menyenangkan, Selain itu, kegiatan ini juga dapat dikembangkan menjadi unit produksi sekolah yang berkelanjutan.
Kelompok kewirausahaan siswa di bidang hidroponik selada keriting dan sawi daging merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berjiwa wirausaha. Dengan dukungan yang tepat, program ini tidak hanya menjadi kegiatan pembelajaran, tetapi juga dapat berkembang menjadi peluang bisnis nyata yang menjanjikan.